KODE-4

Friday, February 15, 2013

Forum Editor Terbentuk di Padang, Saatnya Berbakti untuk Masyarakat

Singgalang, Jumat 15 Februari 2013
PADANG – Namanya Forum Editor (FEd). Bukan asal forum, bukan main-main, bukan pula untuk pamer. Pendirinya sebanyak 30 orang. Semuanya orang ‘hebat’ di media se-Sumbar. Ada pemimpin redaksi dan redaktur pelaksana di koran, televisi, radio dan online. Awal terbentuk dari komunitas ini dari Black Berry Messeger (BBM), FEd kini siap ‘tempur’ dengan visi serius.
Visinya tiga saja, tapi manfaatnya luas. Ada peningkatan kompetensi wartawan. Ada diskusi rutin dan kritik membangun yang tayang secara live tentang isu lokal dan nasional. Yang tak kalah pentingnya perlindungan hukum untuk wartawan.
Kata Dewan Penasihat FEd, Khairul Jasmi, masalah perlindungan hukum ini yang sekarang sedang panas. Maklum, sehari sebelumnya, bebe rapa wartawan Padang ditodong seseorang menggunakan senjata api. Ini bukan pertama kali. Setahun belakangan acap terjadi.
“Padahal sudah ada Undang-Undang Perlindungan Pers, tapi kekerasan masih saja terjadi. Kita ini wartawan seperti telanjang hukum saja,” kata KJ yang juga Pemimpin Redaksi Harian Singgalang saat pembentukan pengurus FEd, Kamis (14/25) di Rattan Room Harian Singgalang.
Nanti, jika ada wartawan yang jadi bulan-bulanan kekerasan, Forum Editor tak akan tinggal diam. Kapan perlu akan gandeng penasihat hukum, pengacara hebat.
Anggota Presidium FEd, Syukri Umar ikut menimpali. “Penanganan hukumnya tak pakai lelet. Kejadian jam tiga. Jam tiga lewat lima menit sudah kita tindak lanjuti. Langsung panggil itu orang-orang yang terlibat,” katanya.
Syukri memang gerah dengan kekerasan dan aksi yang menghalang-halangi kerja pers. Survey mengatakan wartawan yang jadi korban kekerasan adalah wartawan yang kurang berkompeten juga akan diperangi. Pelatihan dan uji kompetensi wartawan Sumbar akan digencarkan. Targetnya semua wartawan Sumbar adalah wartawan yang berkompeten.
Itu baru kontribusi untuk tubuh media. Untuk kontribusi ke luar, FEd juga tak main-main. Diskusi yang tayang secara live di media televisi se-Sumbar juga akan memberikan pengaruh yang tak tanggung. Isu yang dibahas beragam. Bisa pula ikut mengkritik kebijakan dan kinerja pemerintah. Pejabat dan narasumber ahli tema terkait akan diajak tampil pula.
“Diskusi Perdana dalam bulan ini akan kita gelar di hotel. Temanya Kekerasan Terhadap Pers. Tayang secara live di media-media televisi di Sumbar,” kata Vina Melwanti, Pemimpin Redaksi Padang TV, juga anggota presidium FEd.
Rencana ini tak akan ting gal rencana. Pun forum ini, kata ketua FEd, Heranof, akan langgeng dan terus aktif. FEd akan berbadan hukum, dibo yong langsung ke notaris sebagai pengokohan sebagai perkumpulan/organisasi. AD/ART-nya ada pula.
“Pokoknya, ini tak main-main. Forum ini serius dan manfaatnya serius,” kata Heranof.
Ini dia para ‘petinggi’ redaksi media Se-Sumbar yang tergabung dalam FEd.
Dewan Penasehat: Khairul Jasmi (Singgalang), Eko Yanche (Haluan), Gusfen Khairul (Kliksumbar.com), Hasril Chaniago (Haluan), Basril Basyar (PWI Sumbar), Mufti Syafrie (Mantan Ketua PWI).
Ketua: Heranof (RRI Padang), Sekretaris Meidy Rosanna (Classy FM), Bendahara Vinna Melwanti (Padang TV).
Presidium: Syukri Umar (Padang Ekspres), Vinna Melwanti (Padang TV), Sawir Pribadi (Singgalang), Herman (LKBN Antara Sumbar), Heranof (RRI Padang), Meidy Rosanna (Classy FM), Dodi Permadi (TVRI Sumbar).
Selain itu, anggota yang hadir saat pembentukan pengurus, Nofal Wiska (Padang TV), Indra Sakti Nauli, Nasrul Azwar (Haluan), John Nedy Kambang (Trans TV), Montosori (Padang Ekspres), Ismet Fanany MD (Haluan), Nita Indrawati (Padangmedia. com) dan Defri Mulyadi (Padang TV). (403)